JAKARTA - Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Deutsche Gesselschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) atau Asosiasi Kerja Sama Internasional Jerman, Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (Ekonid), Industrie und Handeskammer (IHK) Trier atau Kamar Dagang dan Industri Jerman, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga Diklat Edukadin Jawa Tengah, dan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jawa Timur untuk menerapkan pelatihan bagi senior trainer dan master trainer tenaga-tenaga industri di Indonesia.

“Melalui pelatihan ini, kita bisa belajar dari negara maju seperti Jerman, yang telah sukses menerapkan pendidikan vokasi dengan sistem ganda. Di sana, para lulusannya dibekali skill yang sesuai kebutuhan pasar sehingga langsung terserap kerja,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto pada Pembukaan Pelatihan Senior dan Master Trainer di Jakarta, Senin (27/1).

“Ini juga adalah hasil nyata dari kerja sama antara dunia pendidikan dengan sektor industri.”

Pelatihan tersebut, ujar Eko, akan membekali para instruktur dan pekerja industri dengan kemampuan teknis di bidang industri dengan kemampuan mengajar. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan akan ada lebih banyak tenaga pelatih bersertifikat untuk diberdayakan di berbagai perusahaan industri dan institusi pendidikan vokasi.

“Kami berharap para peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya sekaligus melakukan multiplikasi kepada rekan-rekan kerja di perusahaan. Selain itu, dapat menyiapkan pelatihan yang menciptakan instruktur bagi siswa SMK yang melakukan praktik kerja maupun guru-guru SMK yang melakukan kegiatan magang industri,” pungkas Eko. (MS)