CANBERRA - Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyebut bahwa kunjungannya ke Australia menandai era baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia setelah pengesahan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Ini berarti bahwa dalam lima tahun ke depan kerja sama bilateral kita akan lebih baik dan lebih terarah,” kata Jokowi dalam joint press statement usai menemui Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Gedung Parlemen Australia, Canberra pada hari Senin (10/2).

“Ke depan, hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju dan harus lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara.”

Indonesia, ujar Jokowi, mendorong agar implementasi IA-CEPA dalam 100 hari pertama sejak ratifikasi dilakukan melalui antara lain Australia Business Week yang diadakan di Indonesia dan dipimpin oleh Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, kunjungan sejumlah investor swasta Australia ke Indonesia, dan kerja sama di bidang pendidikan.

“Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison mengenai akan dibukanya [kampus] Monash University di Indonesia,” kata Jokowi. Monash University merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Australia yang terletak di Melbourne dengan satu kampus di Subang Jaya, Malaysia.

Selain itu, melalui IA-CEPA Jokowi juga berharap agar kerja sama dengan Australia dalam konteks Indo-Pasifik dapat ditingkatkan dengan fokus ke sektor infrastruktur dan pendidikan serta isu-isu lingkungan seperti kelestarian laut dan perubahan iklim.

Dalam kunjungannya ke Australia, Jokowi didampingi oleh sejumlah menteri yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud M.D.; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (MS)