BNLI - PT. Bank Permata Tbk

Rp 1.185

+5 (+0%)

JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengumumkan laporan kinerja keuangan sepanjang tahun 2019 yang menunjukkan perbaikan secara signifikan, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 66,5% menjadi Rp1,5 triliun dan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 4,4% di akhir tahun 2018 menjadi 2,8% di akhir tahun 2019.

Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank menjelaskan, “Mengkilas balik perjalanan PermataBank dalam tiga tahun terakhir, pencapaian akhir tahun 2019 ini sangat menggembirakan dan mencerminkan komitmen perusahaan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkokoh profitabilitas dari tahun ke tahun, dengan membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang solid dan menjanjikan. Upaya kami untuk menjaga kualitas aset yang sehat, kedisiplinan biaya operasional secara efisien, menjaga rasio NPL di bawah ketentuan regulator, serta untuk memberi inovasi layanan yang berkelanjutan terutama melalui digitalisasi menjadi kunci utama keberhasilan mencapai target pendapatan bank di tahun ini.”

Profitabilitas sampai dengan Q4 2019 tumbuh signifikan dengan ditopang pertumbuhan pendapatan usaha yang meningkat. Kenaikan pertumbuhan laba operasional sebelum penyisihan penurunan nilai aset tercatat sebesar 18,8% menjadi Rp3,04 triliun dikontribusi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% dan pendapatan operasional selain bunga (Fee Based Income) sebesar 24,3%.

PermataBank tetap mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dengan membukukan pertumbuhan kredit sehat sebesar 8,5%, lebih baik dari pencapaian pertumbuhan kredit secara umum di industri perbankan, yang dilakukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden. Pertumbuhan kredit sehat ini terjadi terutama di segmen Wholesale Banking. Pertumbuhan kredit sehat di segmen Retail Banking terutama terjadi di produk Kredit Tanpa Agunan dan Kredit Pemilikan Rumah. (LM)