JAKARTA. Sedikitnya sembilan bank siap memberikan pinjaman dana kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) senilai US$2,8 miliar untuk membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga (smelter) di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik Jawa Timur.

Smelter yang ditargetkan beroperasi pada Kuartal IV tahun 2023 tersebut membutuhkan total investasi sekitar US$3 miliar.

Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan pihaknya tengah melakukan pembicaraan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan. Saat ini, kata Tony, sudah ada sembilan bank yang siap memberikan dana sekitar US$2,8 miliar. Dia mengatakan sembilan bank  berasal dari dalam dn luar negeri.

Tony masih enggan memberikan detail skema pinjaman. Namun, ia menegaskan bahwa pembayaran pinjaman ini tidak akan membebani pemegang saham, termasuk MIND ID, holding pertambangan BUMN yang kini memegang 51,23% saham PTFI.

Tony dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (19/2) mengatakan saat ini pengerjaan proyek masih bisa dibiayai dengan kas internal. Namun, kebutuhan dana kian meningkat setelah masuk ke tahap konstruksi fisik yang ditargetkan mulai Agustus 2020. Tahun ini, pihaknya akan mengeluarkan dana sekitar US$600 juta untuk pengerjaan smelter. (AM)