MERK - PT. Merck Tbk

Rp 4.810

+20 (+0,42%)

JAKARTA - PT Merck Tbk (MERK), perusahaan farmasi di Indonesia, mengumumkan akan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 32 miliar karena Bayer Consumer Care AG mengalihkan permintaan produk Thiamine melalui Jerman. Bayer merupakan pelanggan produk bahan baku obat (BBO) global Merck.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan pada senin (16/3), Evie Yulin, President Director PT Merck Tbk (MERK) menyampaikan perusahaan tidak lagi mendistribusikan produk Thiamine untuk Bayer Indonesia. "Perusahaan menerima surat pemberitahuan dari Merck KGaA, pemegang saham utama perusahaan, sehubung adanya permintaan Bayer Consumer Care AG yang memutuskan untuk mengalokasikan dan mengubah proses pengadaan produk Thiamine secara global melalui Jerman," katanya.

Menurut dia, pihaknya tetap akan memaksimalkan produk bahan baku obat lainnya untuk memaksimalkan pendapatan. Pada Juni 2019, total aset Merck turun 33% menjadi Rp 849 miliar dari total aset pada Desember 2018 sebesar Rp 1,26 triliun. Penurunan aset ini disebabkan penurunan kas sebesar 81% dari sejumlah Rp 403 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp 78 miliar pada Juni 2019. (LK)