JAKARTA - Perusahaan rintisan atau startup penyedia jasa point-of-sale Cashlez membidik dana sebesar Rp 100 miliar dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), yang dijadwalkan pada bulan April.

Menurut laporan DealStreet Asia, perusahaan akan melepas sebanyak-banyaknya 300 juta saham atau 20,29% dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga Rp 298-300 per saham.

“Kami merupakan perusahaan teknologi finansial dan penyedia gerbang pembayaran yang telah mendapatkan izin dari bank sentral. Kami yakin bahwa IPO ini akan mendukung perkembangan bisnis kami,” kata CEO Cashlez Teddy Setiawan dalam keterangan resmi, Selasa (17/3).

Sebagian dari dana IPO tersebut, ujar Teddy, akan digunakan untuk mengakuisisi 51% saham perusahaan penyedia solusi teknologi informasi PT Softorb Technology Indonesia (STI), sedangkan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja. PT Sinarmas Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin emisi efek dalam aksi korporasi ini.

Cashlez masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan diterbitkan pada tanggal 7 April 2020 sebelum IPO dimulai keesokan harinya. Saham perusahaan rintisan tersebut akan mulai resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 April. (MS)