JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,01 triliun guna mendukung program bantuan sosial untuk kelompok tani di sekitar kawasan hutan. Alokasi anggaran tersebut merupakan hasil refocusing kegiatan dan relokasi anggaran Kementerian KLH.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan pihaknya melakukan penghematan anggaran senilai Rp 1,58 triliun dari APBN 2020. Dengan demikan, APBN KLH turun menjadi Rp 7,74 triliun dari semula Rp 9,32 triliun.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI atas kerjasama yang baik dan dukungan kepada KLHK dalam upaya meningkatkan kinerja KLHK, terutama pada situasi pandemi Corona ini,” kata Menteri Siti Nurbaya dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Angggaran hasil refocusing tersebut nantinya digunakan meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19, antara lain untuk membeli produk herbal, madu dari kelompok tani hutan (KTH) dan kelompok usaha perhutanan sosial. Produk herbal hasil dari kelompok usaha di sekitar hutan ini akan diberikan pada tenaga medis rumah sakit rujukan Covid-19.

“Selain itu pengadaan kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan, pembangunan Kebun Bibit Rakyat, Kebun Bibit Desa dan Bibit Produktif, serta berbagai kegiatan padat karya lainnya,” kata Siti. (LK)