JAKARTA.  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyiapkan enam mitigasi untuk menjaga realisasi investasi di tengah dampak pandemi virus corona atawa Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepada BKPM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BKPM dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (23/4). Dia menjelaskan keenam hal tersebut, pertama,  percepatan perizinan berusaha di Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk menyegerakan realisasi investasi. Kedua percepatan izin impor barang modal dan bahan baku berupa perpanjangan jangka waktu impor maksimal satu tahun.

Ketiga, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk membeli barang dan jasa dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah. Keempat, fasilitas relaksasi investasi besar yang mendorong dampak berkelanjutan untuk ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. 

Kelima, menjaga ketersediaan bahan baku dalam negeri, terutama untuk industri di sektor pengolahan. Keenam, percepatan perizinan ekspor untuk mempercepat peningkatan devisa.

Lebih lanjut, Bahlil bilang, kebijakan mitigasi tersebut akan diimplementasikan dalam beberapa rumusan masalah yakni dunia usaha, kesehatan dan ekonomi makro.

BKPM juga akan memberikan kemudahan dan insentif bagi perusahaan yang melakukan shifting diversifikasi produksi khusus farmasi dan alat kesehatan. (AM)