ASII - PT. Astra International Tbk

Rp 5.675

-25 (0%)

JAKARTA. PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan penurunan laba sebesar 7,77%  pada Kuartal I-2020 menjadi Rp4,81 triliun, akibat menurunnya kinerja sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan bahwa pada 3 bulan pertama tahun ini lini bisnis otomotif dan jasa keuangan Astra masih cukup solid. Namun, kinerja Grup Astra secara keseluruhan menurun karena penurunan kinerja sektor alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Dia mengatakan selain melemahnya harga batubara dan melemahnya konsumen, kinerja pada awal tahun ini juga kian berat akibat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Penanganan virus itu lewat sejumlah aturan pembatasan dinilai kian mempersulit kondisi perseroan dan berdampak besar terhadap kinerja perseroan pada April.

Meskipun demikian, Grup Astra memiliki posisi keuangan yang kuat, yang memungkinkan untuk memitigasi risiko yang dihadapi dalam situasi yang semakin menantang ini, kata Priyono.Sepanjang Kuartal I-2020, ASII ini membukukan total pendapatan sebesar Rp54 triliun, turun 8,47 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan pendapatan juga diiringi dengan beban pokok yang berkurang 10,81% menjadi Rp41,91 miliar.

Kinerja perseroan kian tertekan akibat kenaikan sejumlah pos beban seperti penjualan dan beban umum yang masing-masing meningkat 18,26% dan 7,08% dan membengkaknya selisih kurs sebesar 242,96%  menjadi Rp463 miliar. Sehingga laba bersih tercatat Rp4,81 triliun turun 7,77% dari mencapai Rp5,21 triliun. (AM)