BWPT - PT. Eagle High Plantations Tbk

Rp 93

-6 (-6,45%)

JAKARTA - PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) mampu menekan rugi tahun berjalan menjadi Rp 145,90 miliar pada triwulan I 2020 dibandingkan rugi sebesar Rp 261,55 miliar pada periode serupa tahun 2019. Hal ini terjadi seiring pertumbuhan pendapatan dan laba kotor masing-masing sebesar Rp 736,42 miliar dan Rp 142,26 miliar.

Dikutip dari Laporan Keuangan per triwulan I 2020 yang dipublikasikan pada Selasa (12/5), pendapatan berasal dari minyak kelapa sawit (CPO) sebanyak Rp 635,84 miliar, diikuti pendapatan dari inti kernel senilai Rp 60,05 miliar, dan tandan buah segar sebesar Rp 42,53 miliar. Laba usaha sebanyak Rp 61,80 miliar.

Adapun pendapatan yang lebih dari 10% dari pelanggan pada triwulan I 2020 antara lain, PT SMART Tbk (SMRT) sebanyak Rp 329,24 miliar (45%), PT Wilmar Nabati Indonesia sebesar Rp 127,17 miliar (17%), dan PT Kutai Refinary Nusantara senilai Rp 104,21 miliar (14%). Sedangkan pada periode serupa tahun lalu, pendapatan dari PT SMART Tbk (SMRT) sebanyak Rp 112,25 miliar (18%) dan PT Binasawit Abadi Pratama Rp 76,70 miliar (12%).

Pada periode serupa tahun lalu, pendapatan tercatat sebanyak Rp 637,99 miliar, terdiri dari CPO sebesar Rp 541,29 miliar, inti karmel senilai Rp 54,30 miliar, dan tandan buah segar sebesar Rp 42,40 miliar. Laba kotor dan rugi usaha masing-masing sebesar Rp 5,44 miliar dan Rp 145,79 miliar. (LK)