JAKARTA - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 62,3% year on year (yoy) menjadi Rp 178,8 miliar. Selain itu, penjualan perusahaan di tahun tersebut juga naik 17,36% yoy menjadi Rp 885,1 miliar.

Menurut Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja, kinerja positif tersebut disebabkan oleh hasil produksi logam dasar perusahaan yang pada tahun lalu mencapai 476.000 ton, tumbuh 39,4% yoy dan melebihi target awal sebesar 450.000 ton. Untuk tahun ini, ZINC menargetkan produksi logam dasar sebesar 600.000 ton.

“Kami juga menargetkan penjualan sebesar US$50-80 juta untuk produk konsentrat seng dan timbal, namun dikarenakan banyaknya faktor yang berdampak pada ketidakpastian dalam perekonomian Indonesia dan global, kami akan lihat dampaknya lebih jauh setelah bulan Juni terhadap target tahun ini,” kata Harjanto dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Senin (1/6).

Selama pandemi virus corona (COVID-19), ujar Harjanto, ZINC memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan, seperti pembangunan smelter untuk timbal dan seng. Smelter timbal perusahaan saat ini akan masuk ke tahap commissioning.

“Rencananya, smelter pemurnian timbal ZINC memiliki kapasitas sebesar 20.000 ton bullion per tahun. Ketika beroperasi nanti, smelter ini akan menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia,” kata Harjanto. (MS)