JAKARTA. International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi baru mengenai resesi perekonomian global akibat pandemi covid-19 akan lebih dalam, dibandingkan proyeksi pada April kemarin.

“Kami saat ini memproyeksikan proyeksi yang lebih dalam pada 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada 2021,” kata Gita Gopinath, Economic Counsellor and Director of the Research Department IMF, lewat keterangan resmi hari ini.

Pada April kemarin, IMF memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia sepanjang 2020 dunia turun 3%. Namun saat ini IMF menyebut proyeksi PDB turun lebih dalam menjadi 4,9% selama 2020. Kemudian pemulihan parsial di sebagian negara sampai 2021 mendatang.

Penurunan proyeksi tersebut, kata Gopinath, dipengaruhi oleh minimnya layanan kesehatan untuk menangani pandemi. “Seberapa kuat pemulihan ekonomi global juga sangat tidak pasti dan dampak bagi sejumlah sektor di beberapa negara juga tidak merata,” jelas Gopinath.

Untuk negara emerging market yang berada dalam ASEAN-5 sendiri, termasuk Indonesia, pertumbuhan PDB diperkirakan turun 2%. Sementara itu penurunan di India lebih dalam lagi yaitu sekitar 4,5%. China diperkirakan menjadi satu-satunya negara emerging market, yang masih sanggup mempertahankan pertumbuhan positif PDB pada level 1%. (KR)