LPPF - PT. Matahari Department Store Tbk

Rp 985

+25 (+2,54%)

JAKARTA. Perpule, startup yang bergerak di bidang teknologi ritel, meluncurkan platform E-Commerce+ untuk kawasan Asia Tenggara. Platform ini telah melayani peritel kopi berskala internasional seperti Starbucks, sampai PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Abhinav Pathak, CEO dan Co-Founder Perpule, mengatakan pihaknya optimis platform E-Commerce+ akan mendapat respons positif di pasar Asia Tenggara. Mengingat pasar ritel Asia Tenggara, menurut data Perpule, telah mencapai lebih dari US$700 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan 25% tahun ini.

“Kami sangat senang bisa secara resmi mengumumkan kehadiran di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina,” kata Pathak hari ini kepada idnfinancials.com.

Sejauh ini, Perpule telah melayani sejumlah brand besar mulai dari Big Bazaar, Shoppers, Stop, Starbucks, HyperCity, Vishal MegaMart, serta Matahari, jaringan ritel fesyen milik LPPF.

Niraj Jain, Chief Financial Officer LPPF, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah merintis proyek baru bersama Perpule untuk menjawab tantangan bisnis ritel. Jain menyebut platform yang dikembangkan Perpule dapat mendukung pertumbuhan bisnis ritel LPPF. “Kami melihatnya sedang digunakan secara luas di seluruh toko kami di masa mendatang,” kata Jain dalam kesempatan yang sama.

Menurut data idnfinancials.com, Perpule mulai beroperasi di India sejak 2016. Sejak pertama kali beroperasi, Perpule telah mengumpulkan pendanaan senilai US$5,3 juta atau sekitar Rp76,5 miliar. (KR)