LPPF - PT. Matahari Department Store Tbk

Rp 1.475

-35 (-2,37%)

JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melakukan penarikan utang sebesar Rp2,07 triliun menggunakan fasilitas pinjaman dari bank, untuk membayar sejumlah supplier selama semester I (1H) 2020.

“Perusahaan meningkatkan pinjaman menjadi Rp2.067 miliar sebagai dukungan untuk pembayaran kepada pemasok,” kata Miranti Hadisusilo, Corporate Secretary LPPF, lewat keterangan resmi pada akhir pekan kemarin.

Menurut laporan keuangan yang baru saja dirilis, LPPF menyebutkan ada 2 fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Fasilitas pertama diperoleh pada 2017 berupa kredit revolving dengan nilai total Rp1 triliun, serta jatuh tempo pada 31 Januari 2021. Kemudian fasilitas kedua dari bank yang sama sebesar Rp700 miliar yang akan jatuh tempo pada 2021, serta Rp500 miliar yang akan jatuh tempo 11 Desember 2020.

Dalam laporan arus kas operasinya, LPPF menyebutkan total pembayaran kepada supplier selama 1H 2020 adalah sebesar Rp4,08 triliun. Ini lebih rendah 46,88% dibandingkan pembayaran pada 1H 2019 lalu.

Akibat dari penarikan utang besaran tersebut, rasio utang LPPF terhadap ekuitasnya membengkak jadi 7,3 kali pada 1H 2020. Ini jauh lebih tinggi dari rasio utang pada 1H 2019 lalu yaitu 1,77 kali. (KR)