BNLI - PT. Bank Permata Tbk

Rp 1.215

-5 (0%)

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun 48,48% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp366,48 miliar pada semester I (1H) 2020, karena dampak pandemi covid-19 di Indonesia.

Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur BNLI, mengaku bahwa kinerja industri perbankan di Indonesia saat ini memang cukup berat. Karena perlambatan ekonomi nasional, kata Wirakusumah, ikut mempengaruhi profil risiko portofolio kredit perbankan.

“Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali yang baru sangat berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis Bank Permata dalam jangka panjang,” kata Wirakusumah lewat siaran pers.

Selama 1H 2020, BNLI membukukan kenaikan pendapatan operasional 12,66% secara YoY menjadi sebesar Rp4,13 triliun, menurut laporan keuangan yang telah dirilis. Net Income Margin (NIM) perseroan pada periode ini juga ditingkatkan 30 basis points dari periode yang sama tahun lalu menjadi 4,5%.

BNLI juga menyebutkan pandemi covid-19 membuat Non-Performing Loan (NPL) Gross di 1H naik ke level 3,7%, dari 3,6% pada periode yang sama tahun lalu. NPL Net bank yang pernah dimiliki Standard Chartered ini juga naik ke level 1,8% pada 1H 2020, dari 1,3% di periode yang sama tahun lalu. (KR)