HMSP - PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Rp 995

+5 (+0,50%)

JAKARTA - Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJC) pada tahun depan dikhawatirkan akan memengaruhi penjualan rokok segmen sigaret kretek tangan (SKT). Hal itu disampaikan Mindaugas Trumpaitis, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Jakarta, Senin (21/9).

Menurut dia, industri hasil tembakau (IHT) salah satu sektor usaha yang terpukul akibat pandemi COVID-19 sejak Maret 2020. Kondisi ini, katanya, menambah beban pasca kenaikan tarif cukai hasil tembakau yang sudah berlangsung pada awal tahun ini.

Dia mengatakan kondisi itu telah menurunkan daya beli masyarakat dan penjualan rokok. "Kami berharap ada keberpihakan bagi segmen SKT dengan tidak menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran untuk tahun depan," katanya.

Dikatakannya, sekitar 70% pekerja IHT berada pada segmen SKT. Dicontohkan, untuk memproduksi 1 miliar batang rokok SKT dibutuhkan 2.700 pekerja linting. Sedangkan untuk memproduksi 1 miliar batang rokok mesin hanya dibutuhkan 21 orang pekerja. (LK)