JAKARTA. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kapasitas pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) bertambah 16,7 Giga Watt (GW) selama 10 tahun mendatang.

Arifin Tasrif, Menteri ESDM, mengatakan target tersebut sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, selama 2019-2028.

Meskipun demikian, Tasrif mengaku masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam mencapai target tersebut. Mulai dari nilai keekonomian pembangkit listrik EBT, sifat pembangkit yang intermittent, sampai jaminan pasokan bahan baku pembangkit bioenergi. “Ada beberapa tantangan pengembangan pembangkit EBT,” kata Tasrif lewat siaran pers yang diterima idnfinancials.com.

Di sisi lain, pengembangaan pembangkit listrik EBT masih bersaing dengan dominasi pembangkit listrik berbasis batu bara. Realisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi sendiri masih mencapai 2,13 GW atau 5,84% dari target, pembangkit listrik berbasis air mencapai 6,56 GW, pembangkit listrik EBT lainnya 3,24 GW. (KR)