WSKT - PT. Waskita Karya (Persero) Tbk

Rp 1.185

+50 (+4,41%)

JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), produsen beton precast dan ready mix dengan kapasitas terbesar di Indonesia, menurunkan target perolehan kontrak baru menjadi Rp5 triliun sampai dengan akhir tahun ini.

Mohamad Nur Sodiq, Direktur Keuangan WSBP, menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh realisasi pengerjaan proyek infrastruktur yang tertunda dan dibatalkan. “Covid-19 ini mempengaruhi bisnis infrastruktur, di mana bisnis WBP sangat dipengaruhi proyek infrastruktur,” ungkap Sodiq lewat konferensi pers siang hari ini.

Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ini, memproyeksikan komposisi perolehan kontrak baru dari internal grup Waskita sebesar Rp1,7 triliun. Kemudian Rp3,3 triliun sisanya merupakan kontrak eksternal atau dari luar grup Waskita. 

Sampai dengan akhir September kemarin, WSBP telah memperoleh kontrak baru sebanyak Rp1,49 triliun. 32,7% kontrak baru berasal dari internal grup Waskita, sementara 67,3% lainnya berasal dari luar grup Waskita.

Meskipun demikian, Sodiq enggan memberikan gambaran berapa besar pendapatan dan laba bersih yang dihasilkan WSBP hingga kuartal ketiga (Q3) 2020. Alasannya, pendapatan dan laba perseroan sedang dikonsolidasikan dengan grup Waskita. “Nanti akan kita sampaikan, yang pasti kontrak baru [Q3] kita sudah Rp4,3 triliun,” ungkap Sodiq.

Sebagai informasi, WSBP pada awalnya menargetkan perolehan kontrak baru pada tahun ini sebesar Rp11,9 triliun. Dengan rincian Rp5,89 triliun merupakan kontrak eksternal dan sisanya kontrak dari internal grup Waskita. (KR)