ASII - PT. Astra International Tbk

Rp 5.475

+175 (+3,30%)

JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penurunan laba bersih 12% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp14,04 triliun pada Januari-September (9M) 2020.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur ASII, menjelaskan penurunan laba bersih tersebut dipengaruhi oleh pandemi covid-19 yang mengganggu sejumlah lini bisnis perseroan. Namun Tjondro menegaskan bahwa perseroan telah menjalankan sejumlah protokol untuk mengendalikan dampak pandemi terhadap bisnis perseroan.

“Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan masih akan berlanjut untuk beberapa waktu mendatang dan masih akan mempengaruhi kinerja grup hingga akhir tahun ini,” ungkap Tjondro kepada idnfinancials.com kemarin.

Sebagai informasi, penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) adalah penyumbang laba bersih terbesar ASII pada 9M 2020, dengan nilai keuntungan Rp5,88 triliun. Kemudian bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi menyumbang laba Rp3,09 triliun. Lini jasa keuangan menuyumbang laba Rp2,76 triliun, bisnis otomotif Rp1,8 triliun, agribisnis Rp464 miliar, properti Rp86 miliar, dan teknologi informasi Rp26 miliar.

Seluruh laba bersih ASII di 9M 2020 didukung oleh kinerja pendapatan yang mencapai Rp130,35 triliun. Jika dibandingkan dengan periode 9M 2019 yang mencapai Rp177,04 triliun, pendapatan perseroan turun 26% secara YoY. (KR)