JAKARTA - Bank Indonesia mendorong adanya insentif bagi industri properti dan industri kendaraan bermotor yang ramah lingkungan. Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti dalam seminar virtual yang berlangsung di Jakarta, Rabu (25/11).

Dia mengatakan insentif itu berupa berupa pelonggaran kebijakan rasio loan-to-value atau financing-to-value kredit/pembiayaan properti, serta uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. "Kebijakan pembiayaan green financing untuk mendorong pelaku industri keuangan membiayai sektor yang memberikan dampak minimal terhadap kerusakan lingkungan," katanya.

Menurut dia, International Finance Corporation (IFC) merilis data bahwa transisi penggunaan sumber energi yang menimbulkan polusi (brown energy) kepada energi hijau berpotensi membawa investasi hijau di Indonesia hingga mencapai US$ 458 miliar.

Saat ini, BI meningkatkan mitigasi terhadap ancaman iklim dan telah mengambil kebijakan berwawasan lingkungan antara lain, adopsi Sustainable and Responsible Investment (SRI) dalam pengelolaan devisa dan penggunaan instrumen berwawasan lingkungan green bond dan green Sukuk. (LK)