JAKARTA. Tiongkok telah mengumumkan komitmennya untuk membeli batu bara asal Indonesia sebanyak 200 juta ton pada tahun depan.

Hal itu telah tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA), yang baru-baru ini ditandatangani.

Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, menjelaskan nilai kesepakatan antara perusahaan-perusahaan yang hadir dalam penandatangan perjanjian tersebut adalah US$1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun. “Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021,” ungkap Sinadia.

Kerja sama tersebut, kata Sinadia, tidak hanya menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok. Tetapi juga akan memfasilitasi produsen batu bara asal Indonesia dengan pihak pembeli dari Tiongkok.

Sebagai catatan, total ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok sepanjang Januari-September 2020 mencapai US$4,9 miliar. Ini termasuk komoditas batu bara dengan kode HS2702, HS2701, dan HS2704. Nilai ekspor di periode tersebut 15,52% lebih rendah dibandingkan total nilai ekspor sepanjang 2019 lalu. (KR)