JAWA - PT. Jaya Agra Wattie Tbk

Rp 94

-2 (-2,13%)

JAKARTA. PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) berencana menandatangani perjanjian utang senilai Rp1 triliun dari pemegang saham pengendalinya yaitu PT Sarana Agro Investasi (SAI), untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

Rencana tersebut dilakukan karena tingkat likuiditas perseroan saat ini cukup rendah, menurut keterangan manajemen JAWA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data idnfinancials.com, JAWA hanya memiliki kas dan bank senilai Rp764,03 juta pada akhir Juni 2020 kemarin. Padahal di akhir tahun lalu, kas dan bank perseroan masih sebanyak Rp6,17 miliar.

“JAWA memerlukan tambahan dana untuk dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya,” jelas pihak manajemen dalam keterangan resminya.

Manajemen JAWA memilih opsi pendanaan tersebut karena tidak ada bunga pinjaman dan jaminan yang akan dibebankan kepada perseroan. Sebagai catatan, pinjaman tersebut bersifat material karena melebihi 50% dari total ekuitas perseroan.

Per 30 Juni 2020 kemarin, SAP memiliki 80% saham JAWA. Investor publik memiliki 5% saham, dan Rohadi, yang saat ini menjabat sebagai komisaris utama perseroan, memiliki 0,004% saham. (KR)