JAKARTA - Surplus neraca perdagangan Indonesia melemah di Januari 2021 dibandingkan pada Desember 2020, yang dsebabkan meningkatnya impor minyak dan gas (migas). Hal itu disampaikan Erwin Haryono, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) dalam siaran pers dikutip Selasa (16/2).

Dikatakannya surplus perdagangan pada Januari 2021 sebesar US$ 1,96 miliar, turun dibandingkan surplus pada Desember 2020 sebanyak US$ 2,1 miliar. "Surplus perdagangan itu masih cukup positif menjaga ketahanan perekonomian Indonesia," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan pada Desember 2020 sebesar US$ 2,56 miliar, yang dipengaruh kenaikan ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam. "Ekspor nonmigas di Januari 2021 lebih tinggi dari Desember 2020 disebabkan kenaikan ekspor sebesar komoditas SDA seperti CPOT, batubara, bijih logam, sedangkan ekspor produk manufaktur menurun," katanya

Pada Januari 2021, ekspor migas pada Januari 2021 defisit sebesar US$ 0,67 miliar, lebih tinggi dibandingkan defisit ekspor migas di Desember 2020 sebesar US$ 0,46 miliar.  (LK)