ROTI - PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk

Rp 1.265

-5 (-0,40%)

JAKARTA. PT Nippon Indosari Tbk (ROTI), produsen roti dengan merek Sari Roti, membukukan penurunan laba bersih 28,57% secara year-on-year (yoy) sepanjang 2020 lalu menjadi sebesar Rp215 miliar.

Dalam laporan keuangan yang baru saja dirilis, penurunan laba bersih ROTI disebabkan oleh beberapa hal. Pertama yaitu penurunan penjualan bersih hingga 6,74% secara yoy menjadi sebesar Rp3,31 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,34 triliun. Penurunan penjualan ini tidak dibarengi dengan efisiensi biaya pokok penjualan dan beban usaha secara signifikan.

Di samping itu, ROTI mengalokasikan dana sebanyak Rp89 miliar sebagai tambahan modal saham kepada anak usahanya yaitu PT Indosari Niaga Nusantara (INN). Sebagai informasi, INN adalah perusahaan patungan yang dibentuk oleh perseroan dan PT Gemilang Unggul Nusantara pada Juni 2019.

Sebagai rincian, sebagian besar penjualan ROTI pada 2020 lalu didominasi oleh produk roti tawar, yang berkontribusi sebanyak Rp2,48 triliun. Kemudian produk roti manis berkontribusi sebanyak Rp1,09 triliun terhadap penjualan, produk kue berkontribusi sebanyak Rp73,62 miliar, dan produk lain-lain berkontribusi sebanyak Rp11,44 miliar.

Menurut data idnfinancials.com, 25,77% saham ROTI dikuasai oleh PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) per 31 Desember 2020. Sementara itu 21,69% saham dikuasai oleh Demeter Indo Investment Pte. Ltd, 20,79% saham dimiliki oleh Bonlight Investments Ltd., 8,5% saham dimiliki oleh Pasco Shikishima Corporation, 6,06% saham dimiliki oleh Lief Holdings Pte. Ltd, dan sisanya 17,19% saham dimiliki oleh investor publik. (KR)