ESSA - PT. Surya Esa Perkasa Tbk

Rp 320

+14 (+4,38%)

JAKARTA. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), produsen Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan amonia, membukukan pertumbuhan pendapatan 8,86% secara year-on-year (yoy) di kuartal pertama (Q1) 2021 menjadi sebesar US$68,5 juta.

Vinod Laroya, Presiden Direktur ESSA, menjelaskan kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh harga amonia yang telah pulih sejak Januari 2021. “Kenaikan harga amonia tersebut didorong oleh hambatan pasokan serta karena sektornya memasuki masa awal pemulihan permintaan,” kata Laroya lewat keterangan resmi yang diterima idnfinancials.com.

Sebagai rincian, pendapatan ESSA dari segmen amonia tercatat tumbuh 11,8% di Q1 2021. Segmen ini sendiri berkontribusi sebanyak 86% terhadap total penjualan perseroan. Kemudian sisanya 18% merupakan penjualan produk LPG.

Manajemen ESSA juga telah menekan beban penjualannya hingga 18% secara yoy di Q1 2021. Kemudian beban administrasi dan beban umum diturunkan hingga 17%. Sejumlah penurunan beban tersebut membuat perseroan sanggup mencetak laba bersih hingga US$9,5 juta.

Menurut data idnfinancials.com, ESSA baru saja mengumumkan komitmennya terhadap pengembangan amonia biru di Indonesia. Untuk mendukung komitmen ini, perseroan telah menggandeng perusahaan migas asal Jepang, Mitsubishi Corporation, dan Institut Teknologi Bandung. (KR)