JAKARTA. Hingga Kuartal I-2021, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit 0,82% terhadap produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp144,2 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan besarnya defisit tersebut masih dalam koridor yang bisa dikontrol. “Kami akan pantau terus,” katanya dalam Konferensi Pers APBN secara virtual Kamis (22/4/2021).

Menurut Suahasil, hingga Maret pendapatan negara mencapai Rp378,8 triliun atau 21,7% terhadap target APBN. Realisasi ini tumbuh 0,6% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp323 triliun atau 32,1% terhadap PDB.

Di sisi lain, belanja negara naik 15,6% dari tahun lalu. Hingga kuartal I-2021, realisasinya Rp523 triliun atau 19% dari target APBN. Dengan demikian, keseimbangan primer mengalami minus Rp65,8 triliun atau 10,4% dari APBN. Realisasi ini tumbuh 2.933,7% dibandingkan tahun lalu. (AM)