KAEF - PT. Kimia Farma Tbk

Rp 1.375

+20 (+1,00%)

JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF), perusahaan farmasi milik Pemerintah Indonesia, akan membagikan dividen sebanyak Rp7,06 miliar atau 40% dari laba bersih yang diperoleh pada tahun buku 2020.

Ganti Winarno Putro, Corporate Secretary KAEF, menjelaskan rencana tersebut sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar beberapa hari lalu. Selain memutuskan pembagian dividen, rapat tersebut juga menyetujui alokasi sisa laba bersih perseroan sebesar RP10,58 miliar sebagai dana cadangan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Putro menyampaikan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Mei 2021, serta 10 Mei 2021 di pasar tunai. Sementara itu pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 28 Mei 2021.

Menurut data idnfinancials.com, perolehan laba bersih KAEF di 2020 ditopang oleh kinerja penjualan yang mencapai Rp10,01 triliun. Penjualan perseroan tercatat tumbuh 6,45% secara year-on-year (yoy) atau dibandingkan dengan periode 2019.

Per 31 Desember 2020, Pemerintah Indonesia melalui PT Bio Farma (Persero) mengendalikan 90,02% saham KAEF. Kemudian sebanyak 4,44% saham perseroan dimiliki oleh PT Asabri (Persero) dan sisanya sebanyak 5,53% saham dimiliki oleh investor publik. (KR)