SRIL - PT. Sri Rejeki Isman Tbk

Rp 222

-8 (-3,60%)

JAKARTA - Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), perusahaan garmen dan tekstil, telah menyurati facilit agent (FA) terkait pembayaran bunga yang jatuh tempo atas sindikasi pinjaman US$ 350 juta. Hal itu disampaikan Allan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (6/5).

Menurut dia, dalam surat itu telah disampaikan kesediaan membayar bunga utang yang jatuh tempo pada 24 April 2021 dengan syarat menunggu konfirmasi dari FA. "Sampai saat ini, perusahaan belum mendapat konfirmasi tersebut," katanya dikutip dari keterbukaan informasi.

Disampaikannya penurunan peringkat itu akan berdampak pada kesulitan perusahaan mendapatkan fasilitas perbankan dan pasar keuangan. "Dapat terjadi tuntutan percepatan pembayaran," tuturnya.

Seperti diketahui, Fitch Ratings Indonesia menurunkan peringkat nasional jangka panjang SRIL dari C menjadi RD (idn) karena tidak membayar bunga yang jatuh tempo sekira US$ 850 ribu dari pinjaman sindikasi sebesar US$ 350 juta.

Penurunan peringkat itu mengikuti berakhirnya masa perbaikan lima hari kerja untuk pembayaran bunga utang yang jatuh tempo.

Fitch menyampaikan bahwa emiten tersebut diindikasikan telah mengalami gagal bayar atas surat utang, pinjaman atau kewajiban lainnya, namun belum menjalani pengajuan pailit, administration receivership (pengawasan) atau likuidasai formal penutupan perusahaan. (LK)