BGTG - PT. Bank Ganesha Tbk

Rp 183

-2 (0%)

JAKARTA. Dalam upaya untuk meningkatkan modal inti menjadi Rp2 triliun tahun ini, PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) saat ini tengah mempelajari beberapa opsi yang akan diambil termasuk mempertimbangkan masuknya investor strategis.

Presiden Direktur Bank Ganesha Lisawati mengatakan Bank Ganesha berkomitmen dalam meningkatkan modal inti sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Dia mengatakan beberapa rencana yang sempat menjadi pertimbangan di antaranya membuka masuknya mitra strategis. Namun, jika investor baru tidak ada maka pemilik modal existing yang tetap akan melakukan penambahan modal.

"Saat ini kami masih mempelajari opsi terbaik yang akan menjadi grand design," ujar Lisawati dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Ganesha, Rabu (19/5/2021). Lisawati pun berharap pada semester dua tahun ini rencana penambahan modal tersebut sudah menemukan kejelasan. 

Adapun, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Ganesha perlu meningkatkan modal intinya menjadi minimal sebesar Rp2 triliun pada tahun ini dan menjadi Rp3 triliun pada 2022.

Rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) Bank Ganesha akhir 2020 di level 35,70% pada akhir 2020, naik dari level 32,84%.  Sementara jumlah aset tumbuh 11,55% menjadi Rp5,36 triliun. Total dana pihak ketiga mencapai Rp4,12 triliun, tumbuh 14,08% dan penyaluran kredit turun 11,78% menjadi Rp2,64 triliun. (AM)