KAYU - PT. Darmi Bersaudara Tbk

Rp 80

+6 (+7,50%)

JAKARTA - PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), produsen olahan kayu, memperkirakan pendapatan pada 2022 sebesar Rp 114,6 miliar, pulih setelah pendapatan di tahun ini ditenggarai hanya Rp 19,07 miliar. Rendahnya perkiraan pendapatan tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2020 disebabkan imbas lock down pandemi COVID-19 di negara tujuan ekspor.

Nanang Sumartono Hadiwidjojo, Direktur Utama PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) menyampaikan forcasting laba kotor dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 19,22 miliar dan Rp 7,45 miliar pada 2022. "Diasumsikan pandemi COVID-19 mulai melandai perlahan-lahan (turun,red) dan kondisi perekonomian, termasuk ekspor sudah berjalan kembali," katanya dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (20/9).

Menurut dia, pendapatan tahun ini turun karena belum pulihnya fasilitas pendukung ekspor akibat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sampai Agustus 2021, volume penjualan tercatat hanya 44 kontainer atau 891,35 m3 dengan nilai ekspor Rp 4,3 miliar. Oleh karena itu, laba kotor dan bersih diproyeksikan hanya Rp 3,19 miliar dan Rp 1,23 miliar.

Pada 2020, penjualan tercatat Rp 74,08 miliar, laba kotor dan laba bersih masing-masing Rp 96,25 juta dan Rp 379,89 juta. Pada tahun lalu, eksposure penjualan KAYU 90% untuk ekspor dan 10% domestik. "Penjualan eksor tahun 2020 sebanyak 488 kontainer setara Rp 64,06 miliar," tuturnya. (LK)