JAKARTA. Otoklix, startup otomotif O2O (online-to-offline) asal Indonesia, baru saja mendapatkan pendanaan Seri A sebanyak US$10 juta atau sekitar Rp140 miliar dari Alpha JWC Ventures, AC Ventures, Surge dan sejumlah investor lain.

Martin Suryohusodo, salah salah satu pendiri dan CEO Otoklix, menyampaikan pendanaan tersebut akan akan mendukung misi Otoklix dalam mentransformasi layanan purna jual produk otomotif. Alasannya, layanan purna jual produk otomotif selama ini dinilai kurang transparan.

“Kami percaya bahwa transparansi dan kepercayaan adalah masalah terbesar di sektor purna jual otomotif,” kata Suryohusodo lewat keterangan resmi yang diterima idnfinancials.com.

Melalui Otoklix, kata Suryohusodo, pemilik kendaraan akan mendapat rekomendasi komprehensif mengenai bengkel terdekat yang mudah diakses. Sedangkan pemilik bengkel akan dibantu dengan teknologi Customer Relationship Management (CRM) hingga Supply-Chain Management (CM), yang disediakan oleh Otoklix.

Jefrey Joe, Co-Founder dan General Partner Alpha JWC Ventures, menyebut industri servis mobil saat ini berkembang cukup pesat. Industri ini diperkirakan tumbuh 2 kali lipat dibandingkan penjualan mobil tahunan yang mencapai US$21 miliar.

“Teknologi yang canggih, didukung oleh pengalaman Martin dan tim yang kuat di bidang ini menjadikan bisnis Otoklix kian menjanjikan, dan menarik bagi investor,” ungkap Joe.

Sebagai informasi, Otoklix didirikan pada 2019 lalu dan saat ini telah menjadi mitra bagi lebih dari 1.900 bengkel aktif. (KR)