ASLC - PT. Autopedia Sukses Lestari Tbk

Rp 198

+4 (+2,00%)

JAKARTA - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (“ASLC”) perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil online, dan penyedia data harga mobil dan motor, secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, tanggal 25 Januari 2022 dengan harga penawaran yaitu Rp256. Melalui pencatatan perdana saham tersebut, Perseroan berharap dapat mengembangkan teknologi, serta memperluas jaringan dan meningkatkan inventori kendaraan bekas yang sudah dimiliki saat ini. Selain itu, ASLC juga akan mengembangkan otomotive marketplace Caroline.id dengan memanfaatkan O2O (Online-to-Offline) bisnis model. Hal ini guna untuk memberikan pilihan yang semakin bervariatif, dan lokasi yang lebih terjangkau serta kenyamanan bertransaksi bagi konsumen potensial.

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra mengungkapkan, “Momentum ini menjadi saat yang tepat bagi kami untuk mengembangkan model bisnis baru untuk menangkap peluang pasar yang lebih besar. Selain JBA, kami juga mengembangkan bisnis start-up untuk kendaraan bekas yaitu Caroline dan Cartalog. Dimana Caroline akan berfokus pada O2O (Online-to-offline) used car dealer, sedangkan Cartalog merupakan aplikasi untuk price engine, dan listing jual beli kendaraan bermotor. Ke depannya aplikasi tersebut juga akan kami kembangkan menjadi inspection service.” 

Jany melanjutkan, sejalan dengan strategi bisnis yang dijalankan serta inovasi yang terus dikembangkan, ASLC optimis dapat mencapai target kinerja di tahun 2022 ini. Sebagai gambaran, Perseroan telah mencatatkan penjualan lebih kurang 100 ribu kendaraan hingga akhir 2021 walau dalam kondisi pandemi dan kondisi ekonomi yang masih terhambat PPKM.

Asal tahu saja, melalui IPO ini Perseroan menawarkan sebanyak 20% dari modal yang ditempatkan, dan akan memperoleh dana segar senilai Rp652,6 miliar. Dimana sebanyak 64,7% dari dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja sehubungan dengan usaha baru Perseroan dibidang jual beli kendaraan bekas. Sedangkan sisanya sebesar 35,3% akan digunakan untuk pelunasan seluruh pinjaman ke Entitas Induk yaitu sebesar Rp225 miliar. (LM)