JAKARTA. Hingga 10 Maret 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat 22 emisi baru efek bersifat utang dan sukuk dan masih terdapat 11 perusahaan dalam pipeline BEI yang akan menerbitkan obligasi serta sukuk.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dari 22 emisi baru efek bersifat utang dan sukuk tersebut dditerbitkan oleh 18  perusahaan dengan total dana sebesar Rp23,07 triliun. “Saat ini di pipeline efek bersifat utang dan sukuk juga masih terdapat 11  perusahaan yang berencana untuk menerbitkan 14 emisi efek bersifat utang dan sukuk,” katanya Yetna pekan ini.

Sedangkan hingga 10 Maret 2022, dari 11 perusahaan baru yang IPO mencatat total dana sebesar Rp3,13 triliun. “Di samping itu masih terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham [IPO] BEI,” ungkapnya Jumat (11/3/2022).  Mayoritas perusahaan dalam pipeline IPO tersebut kata Yetna, adalah perusahaan berskala besar dan hanya 1 perusahaan kecil beraset di bawah Rp50 miliar, 12 perusahaan beraset menengah antara Rp50 miliar - Rp250 miliar dan 10 perusahaan beraset besar di atas Rp250 miliar.

Jumlah perusahaan yang mencatatkan saham dan obligasi di BEI kini mencapai 888 Perusahaan Tercatat (saham, obligasi, sukuk, dan efek beragun aset). Pencapaian merupakan upaya seluruh stakeholders pasar modal untuk terus berupaya menjadikan Pasar Modal Indonesia lebih inklusif, kata Yetna. (AM)