AVIA - PT. Avia Avian Tbk

Rp 790

+10 (+1,27%)

JAKARTA - PT Avia Avian Tbk. (“AVIA”), emiten produsen cat dekoratif terkemuka di Indonesia, membukukan pertumbuhan kinerja yang positif hingga akhir tahun 2021. Per Desember 2021, AVIA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat sebesar 26% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp1,1 triliun. Pencapaian ini didukung oleh upaya pengendalian biaya serta upaya efisiensi yang berkelanjutan didukung oleh keunggulan operasional Perseroan yang memproduksi bahan baku secara internal, serta secara konsisten terus berkomitmen menerapkan praktik bisnis keberlanjutan Environmental, Social and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional Perseroan.

Wijono Tanoko selaku Presiden Direktur AVIA mengatakan, “Kami bersyukur karena mampu mengatasi masa-masa sulit di tahun 2021, dibuktikan dengan keberhasilan Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp6,8 triliun atau tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Perseroan, salah satunya inovasi produk baru untuk memenuhi berbagai variasi kebutuhan tren pasar yang dinamis. Selain itu, kami juga terus berupaya untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dengan menggunakan bahan baku serta bahan bakar gas dan tenaga matahari yang lebih ramah lingkungan.”

AVIA percaya, penerapan bisnis dengan prinsip keberlanjutan dapat semakin mendorong kinerja bisnis semakin baik di masa depan. Hal ini seiring dengan semakin banyak investor global yang lebih memperhatikan aspek ESG sebagai salah satu faktor dalam pemilihan portofolio investasi mereka. Oleh karena itu, AVIA telah memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat proses produksi baik bagi masyarakat maupun bagi lingkungan hidup disekitarnya. Untuk itu, AVIA dalam kegiatan operasionalnya telah menggunakan mesin incinerator berbahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan. Mesin ini dapat mengurangi polusi udara dari hasil solvent pengencer tinta cetak printing. Adapun panas yang dihasilkan mesin ini, dapat menjadi pengering hasil cetak printing dan mampu membakar uap solvent yang dikeluarkan menjadi lebih bersih sehingga masyarakat sekitar tidak terganggu baik oleh uap yang dikeluarkan maupun oleh bau yang menyengat dari pabrik.

Lebih lanjut Wijono menjelaskan, penggunaan mesin incinerator juga membantu dalam mengurangi efek gas rumah kaca karena dapat mengurangi emisi dengan penggunaan gas sebagai bahan bakar, sehingga carbon footprint yang dihasilkan juga ikut berkurang. (LM)