BBCA - PT. Bank Central Asia Tbk

Rp 7.525

-50 (-1,00%)

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp8,1 triliun pada kuartal pertama (Q1) 2022, tumbuh 14,6% secara year-on-year (yoy) atau dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih BBCA pada Q1 2022 ditopang oleh kenaikan kredit, transaksi, dan Current Account Savings Accounts (CASA) atau dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perseroan sepanjang Q1 2022 tercatat sebesar Rp997,8 triliun, tumbuh 17,5% yoy.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BBCA, menjelaskan pertumbuhan kinerja keuangan BBCA juga ditopang oleh pemulihan ekonomi nasional dari pandemi Covid-19. “Sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan perekonomian nasional, kami menggelar BCA Expoversary 2022, baik secara online maupun offline, dan menawarkan suku bunga kredit yang menarik bagi nasabah,” jelas Setiaatmadja lewat keterangan resmi.

Sebagai catatan, BCA Expoversary tahun ini dimulai sejak 24 Februari 2022 dan berlangsung sampai dengan 30 April 2022. Agenda tahunan ini ikut mendorong pertumbuhan DPK dan kredit yang disalurkan oleh BBCA sepanjang Q1 2022.

Dana murah yang dihimpun BBCA pada Q1 2022 tercatat tumbuh 21,7% yoy, berkat dukungan inovasi digital dalam ekosistem bisnis perseroan. Sementara itu kredit korporasi yang disalurkan perseroan tumbuh 9,2% yoy, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) tumuh 9,8% yoy, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tumbuh 4,9% yoy, dan kredit konsumer tumbuh 7,6% yoy.

Pertumbuhan DPK dan kredit BBCA juga diikuti oleh perbaikan kualitas aset. Hal ini terlihat dari rasio Loan At Risk (LAR) perseroan yang berada di level 13,8% pada Q1 2022, dari periode yang sama tahun sebelumnya pada level 19,4%. Sementara itu rasio kredit bermasalah perseroan berada pada level 2,3%, berkat dukungan kebijakan relaksasi kredit. (KR)