JAKARTA. Nilai emisi untuk aksi penawaran umum terbatas atau rights issue dari emiten perbankan tercatat sebesar Rp3,04 triliun, sekitar 67,6% dari total nilai emisi rights issue dari berbagai emiten pada kuartal pertama (Q1) 2022.

Adapun total nilai emisi rights issue dari berbagai emiten pada Q1 2022 tercatat sebesar Rp4,50 triliun, menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun nilai emisi untuk emiten non-bank tercatat sebesar Rp1,46 triliun.

Emiten sektor perbankan yang menggelar rights issue pada Q1 2022 terdiri atas 3 bank lokal. Sedangkan emiten non-bank yang menggelar rights issue tercatat sebanyak 4 emiten.

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) adalah emiten dengan nilai emisi rights issue terbesar pada Q1 2022, yaitu sebesar Rp1,12 triliun. Sementara itu PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mencatatkan nilai emisi Rp1 triliun, serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) Rp925 miliar.

Emiten dari sektor non-bank yang menggelar rights issue pada Q1 2022 yaitu PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BNBR), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), dan PT Multipolar Tbk (MLPL). Nilai emisi rights issue ABBA yaitu sebesar Rp177 miliar, BNBR Rp245 miliar, ESIP Rp41,79 miliar, dan MLPL Rp995 miliar. (KR)