JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) diminta menyelesaikan dualisme kepemimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menjelang pelaksanaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 pada 12 Juli 2022. Hal itu terungkap dalam diskusi yang berkaitan dengan Dualisme Dekopin di Masa Pandemi, kemarin (16/5).

Irsyad Muchtar, Direktur Co-operative Research Institut (CRI) menyampaikan kepemimpin Dekopin saat ini masih dalam situasi dualisme antara Nurdin Halid dan Sri Untari Bisowarno, yang masing-masing mengklaim sebagai Ketua Dekopin yang sah. "Menjelang Harkopnas, mestinya Teten Masduki bisa menyelesaikan dualisme Dekopin yang berlarut-larut saat ini," katanya.

Menurut dia, dualisme kepemimpinan di tubuh Dekopin menambah deretan citra negatif atas wadah perkoperasian di Indonesia. Selain pengembangan UKM, penguatan kelembagaan koperasi melalui Dekopin juga perlu mendapat perhatian serius Kementerian Koperasi sebagai regulator.

Edy Sasmito, mantan Ketua Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) mendorong agar pemerintah bersikap tegas menyelesaikan persoal tersebut. "Kurang baik bagi perkoperasin di Tanah Air bila konflik ini dibiarkan tanpa akhir," tuturnya.

Senada dengan itu, Mulia Ginting, mantan Ketua Forwakop periode 2006-2008/2008-2010 menyampaikan menjelang Harkopnas pada Juli 2022 agar dualismen di tubuh Dekopin dapat diselesaikan demi kebaikan pergerakan perkoperasian.

Diketahui, Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Makassar, Sulawesi Selatan pada 11-14 November 2019 menghasilkan dualisme kepemimpinan antara kubu Nurdin Halid dan Sri Untari Bisowarno. (LK)