GMFI - PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk

Rp 73

0 (0%)

JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) telah menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai target pendapatan tumbuh 50% tahun 2022 ini menjadi US$ 319 juta.

Rian Fajar Isnaeni, VP Corporate Secretary & Legal GMFI, mengungkapkan strategi tersebut di antaranya mitigasi dampak penurunan pendapatan. Perseroan telah melakukan ekspansi pada segmen bisnis yang tidak terlalu terdampak oleh pandemi. Pada akhir 2021, Perseroan telah menandatangani perjanjian kerja untuk perawatan pesawat angkut C-130 milik TNI yang diharapkan dapat dilanjutkan dengan peluang pekerjaan lainnya. 

Perseroan juga meningkatkan volume bisnis segmen Industrial Gas Turbine Engine (IGTE) secara agresif. “Dengan mulai membaiknya kondisi dunia aviasi, Perusahaan berpeluang untuk mendapatkan kontrak reaktivasi pesawat untuk dapat kembali terbang setelah grounded akibat pandemi covid-19,” katanya seperti dikutip Kontan.co.id, Selasa (17/5). 

Menurut Rian, kinerja kuartal I-2022 mulai menunjukkan perbaikan, terlihat di antaranya EBITDA tercatat di angka positif dan menurunnya hutang. Perseroan juga konsisten melakkan efisiensi di semua lini bisnis untuk menekan biaya. Pada Kuartal I-2022, GMFI mendapatkan 2 customer baru yaitu Jindi South Jambi B Co. Limited dari bisnis segmen IGTE dan K-Mile Air dari segment Air Cargo. Juga beberapa kontrak kerja sama yang sedang dalam proses antara lain pembuatan cabin interior item, PBTH Line Maintenance, PBTH Component services. (AM)