TBIG - PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk

Rp 2.870

-40 (-0,69%)

JAKARTA. Emiten penyedia menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk(TBIG) menargetkan dapat menambah 3.500 tenant secara organik sepanjang tahun 2022. Dengan penambahan tersebut, Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan sekitar 8%-9%.

 Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Helmy Yusman Santoso mengatakan Penambahan jumlah menara tersebut terdiri dari 1.200 menara baru dan 2.300 kolokasi. "Dengan menambah 3.500 tenant tersebut, perusahaan dapat memperoleh tambahan pendapatan 8%-9%," kata Helmy dalam acara public expose secara virtual, Senin (23/5). Hingga saat ini TBIG memiliki 39.088 tenant per akhir tahun 2021. 

Direktur Utama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Herman Setya Budi mengungkapkan pihaknya melihat peluang yang bagus dari adanya konsolidasi di antara para operator seluler. Dia menilai dari sisi bisnis, konsolidasi tersebut sangat bagus karena operator bisa lebih fokus dalam pengembangan dan persaingan menjadi lebih sehat.

Herman optimistis TBIG akan tetap menjadi pilihan operator seluler dalam menempatkan perangkat jaringannya. Karena jumlah menara TBIG cukup signifikan, yang kini mencapai 20.578 site telekomunikasi per akhir 2021 sekaligus terbesar di seluruh Indonesia. "Kami membangun dengan sangat hati-hati dan memperhatikan beberapa kriteria supaya jadi pilihan pelanggan kami. Hal itu terlihat dari rasio kolokasi yang sebesar 1,9 kali per 2021," ungkap Herman.

Tahun ini, TBIG mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun-Rp 3 triliun, yang mayoritas akan digunakan untuk pembangunan menara baru berdasarkan pesanan operator, kolokasi, serta pembangunan fiber optik. (AM)