BUKA - PT. Bukalapak.com Tbk

Rp 304

+4 (+1,00%)

JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membeberkan sejumlah kriteria investasi yang cukup ketat, demi mengoptimalkan kinerja keuangan dan mempertahankan profitabilitas bisnisnya di masa mendatang.

Kendati bukan merupakan bisnis inti, kegiatan investasi yang menjadi bisnis pendukung BUKA, berhasil menggenjot laba bersih pada kuartal pertama (Q1) 2022 menjadi sebesar Rp14,5 triliun. Salah satu portofolio investasi perseroan yang menjadi pendorong laba bersih pada periode ini, yaitu investasi yang dilakukan bersama konsorsium PT Bank Allo Indonesia Tbk (BBHI).

Teddy Oetomo, Presiden Direktur BUKA, mengakui bahwa perseroan memiliki kas yang cukup besar. Namun pihaknya menegaskan bahwa alokasi kas perseroan untuk investasi, tetap akan disalurkan secara efisien dan prudent. “Tidak boleh kita menggelontorkan seenaknya,” kata Oetomo kepada idnfinancials.com hari ini.

Sebagai catatan, BUKA memiliki kas sebanyak Rp24,7 triliun pada akhir tahun buku 2021. Sampai dengan Maret 2022, perseroan telah menggunakan kas sekitar Rp4,7 triliun. Sebagian dipakai untuk melunasi utang bank, investasi Allo Bank dan Allo Fresh, dan cash burn.

Oetomo menambahkan, BUKA akan terus mengevaluasi investasi potensial yang ditawarkan kepada perseroan. Terutama evaluasi terkait kemampuan investasi tersebut menunjang bisnis inti, serta valuasi terhadap investasi yang ditawarkan.

“Apabila valuasinya menurut kami terlalu tinggi, maka kami akan mundur dari investasi tersebut,” ungkap Oetomo.

Dalam paparan publik yang digelar hari ini, Manajemen BUKA menyampaikan kas internal perseroan yang tersisa sebanyak Rp20 triliun, akan dipakai untuk mendukung runway bisnis selama 10-15 tahun mendatang. “Kami terus berupaya menumbuhkan pendapatan atau revenue, salah satunya dengan melengkapi infrastruktur-infrastruktur yang dibutuhkan oleh core business kami,” jelas Oetomo. (KR)