JAKARTA - Kebutuhan masyarakat akan investasi maupun capital semakin tinggi seiring dengan upaya pemulihan perekonomian Indonesia dan pertumbuhan UMKM.Menurut skala usahanya di semester 1 2022, kredit UMKM untuk skala mikro tumbuh 115,7% (yoy) menjadi Rp420,7 triliun, diikuti dengan kredit UMKM untuk usaha skala kecil yang juga tumbuh 22,7% (yoy) pada menjadi Rp 464,6 triliun. Pertumbuhan UMKM menjadi salah satu penggerak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Loan Market sebagai financial aggregator berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia melalui penyediaan beragam layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu maupun perusahaan, salah satunya adalah produk Invoice Financing. Invoice financing merupakan pembiayaan modal kerja dengan menjaminkan Invoice atau PO atau SPK, dan biasanya tanpa adanya jaminan aset. Invoice Financing dapat menjadi solusi bagi UMKM untuk tetap menjalankan bisnisnya selama menunggu pembayaran (piutang) dari klien / customer.

Loan Market resmi bekerja sama dengan Akseleran untuk memasarkan produk Invoice Financing. Akseleran merupakan platform crowdfunding P2P Lending Indonesia yang menghubungkan UKM yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa Akseleran terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses pinjaman modal usaha kepada UMKM di Indonesia. Hingga saat ini, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif sebesar lebih dari Rp5,6 triliun kepada sekitar 4 ribu peminjam. 

“Di akhir tahun ini, kami menargetkan total pinjaman usaha sebesar Rp3,2 triliun dengan rasio NPL tetap di bawah 1%. Saat ini, kami didukung oleh lebih dari 190 ribu pemberi dana pinjaman perorangan (retail lender) yang tersebar merata dari Aceh hingga Papua, dan belasan institutional lender yang berasal dari perbankan maupun Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya, termasuk BPR,” tambah Christopher.

Jalinan kerja sama dengan Akseleran secara resmi menambah partners Loan Market menjadi 35 institusi keuangan (lenders) baik dari perbankan, multifinance, fintech, dan koperasi. Berdiri sejak 2017, Loan Market saat ini memiliki 22 kantor cabang dan lebih dari 200 Loan Advisers yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Loan Market telah resmi tercatat di Otoritas Jasa Keuangan sejak 2019. Loan Market menyediakan jasa konsultasi dengan berbagai produk seperti Kredit Rumah, Multiguna, Kredit Modal Usaha, Deposito, Kredit Investasi serta Kredit Take Over. (LM)