INDY - PT. Indika Energy Tbk

Rp 2.360

-90 (-3,81%)

JAKARTA. Batu bara asal Indonesia dilirik oleh sejumlah negara di Eropa untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, yang selama ini terhambat oleh ketegangan perang antara Rusia dan Ukraina.

Ricky Fernando, Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY), menyampaikan pihaknya sempat dapat permintaan tambahan dari Eropa. Namun permintaan tersebut, kata Fernando seperti dikutip Tempo, masih terhalang oleh kriteria batu bara yang diminati Eropa.

“Kebanyakan batu bara produksi Indonesia, termasuk oleh INDY, memiliki spek dan karakteristik yang berbeda dengan kriteria permintaan batu bara dari Eropa,” kata Fernando.

Menurut data idnfinancials.com, volume penjualan batu bara INDY pada kuartal kedua (Q2) 2022 mencapai 5,4 juta ton. Sedangkan penjualan di pasar domestik hanya sebesar 2,6 juta ton.

China masih menjadi negara pembeli batu bara terbesar INDY, dengan persentase 37% dari total penjualan. Kemudian penjualan ke sejumlah negara di Asia Tenggara 15%, India 7%, Taiwan 4%, Korea Selatan 3%, dan Jepang 2%.

Adapun nilai penjualan batu bara INDY sepanjang semester pertama (1H) 2022 tercatat sebesar US$1,5 miliar. Sedangkan penjualan ke pelanggan domestik tercatat sebesar US$258 juta. (KR)