BBRI - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Rp 4.600

+150 (+3,26%)

JAKARTA. Menyusutnya beban bunga yang ditanggung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan entitas anak berhasil mendorong meningkatnya laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian Per September 2022 sebesar Rp39,15 triliun atau 103,34%.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan Perseroan Rabu (16/11/2022), BRI membukukan pendapatan bunga sebesar Rp115,25 triliun, naik 9,19% dari dicatat pada September 2021 sebesar Rp105,54 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BRI secara konsolidasi naik menjadi Rp96,5 triliun dari Rp82,95 triliun.

Pada periode itu, BRI juga berhasil menyusutkan beban bunga sebesar 17% menjadi Rp18,74 triliun dari Rp22,58 triliun yang dicatat Per September 2021. Penyusutan tersebut mendorong laba bersih BRI menjadi Rp39,15 triliun dari Rp19,25 triliun.

Sementara itu bank yang kini memiliki total asset Rp1.684,6 triliun itu memiliki rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BRI secara bank only tercatat di level 3,14% (gross) dan 0,87 persen (net), dan loan to deposit ratio (LDR) naik menjadi 88,92% dari 83,05%. Sedangkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat 7,23% dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 62,59%. (AM)