BFIN - PT. BFI Finance Indonesia Tbk

Rp 1.140

-35 (-3,00%)

JAKARTA. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan konsumer membukukan pembiayaan baru sebesar Rp14,5 triliun pada kuartal ketiga (Q3) 2023.

Pembiayaan baru BFIN pada Q3 2023 meningkat 5,3% yoy, atau dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Dibandingkan dengan kuartal kedua (Q2), pembiayaan baru perseroan naik 4,3%.

Sebagian besar pembiayaan baru BFIN berasal dari segmen pembiayaan berjaminan (refinancing) kendaraan roda empat, yang berkontribusi sebesar 58,3% terhadap total pendapatan. Segmen pembiayaan ini juga turut andil dalam mendorong kenaikan aset perseroan hingga 20,8% pada Q3 2023, menjadi sebesar Rp20 triliun.

Sudjono, Direktur Keuangan BFIN, mengatakan pertumbuhan aset perseroan juga diikuti dengan kondisi likuiditas dan rentabilitas di tingkat yang aman. Hal ini dilakukan perseroan dengan tetap menjaga rasio non-performing financing (NPF) bruto pada 2,02% dan NPF neto di level 0,36%.

“Kami cukup agile menghadapi dinamika perkembangan kondisi eksternal dan juga tentunya internal perusahaan,” kata Sudjono.

Sementara itu pendapatan yang dibukukan oleh BFIN pada Q3 2023 mencapai Rp4,8 triliun, tumbuh 23,9% yoy . Sedangkan laba setelah pajak sedikit turun menjadi Rp1,2 triliun, dari Rp1,3 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. (KR)