TRIS - PT. Trisula International Tbk

Rp 161

-1 (-1,00%)

JAKARTA - PT Trisula International Tbk (TRIS) melaporkan menguatnya laba bersih hingga 6% year-on-year (yoy) di tengah menyusutnya pendapatan sebesar 1,7% yoy di akhir tahun 2023 disokong kinerja entitas anak yang solid.

Sejalan dengan kondisi industri tekstil serta ekonomi global yang lesu sepanjang 2023, penjualan TRIS melemah secara tahunan dari Rp1,5 triliun menjadi Rp1,47 triliun di akhir tahun 2023.

"Sebagian besar penjualan dihasilkan oleh dua entitas utama yang bergerak di bagian manufaktur, yaitu PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)," jelas manajemen TRIS dalam siaran resminya hari ini (3/4).

Untungnya, efisiensi pada beberapa pos beban serta peningkatan pendapatan keuangan, komisi, dan sewa, turut mendukung performa laba bersih, sehingga TRIS mampu mencetak laba bersih sebesar Rp68,2 miliar per Desember 2023, naik 6% yoy.

Ekspor TRIS tercatat turun 13% yoy, dari Rp1 triliun menjadi Rp879 miliar, atau setara 60% penjualan. Sementara itu, penjualan domestik meningkat 20%, dari Rp496,2 miliar menjadi Rp593,9 miliar.

"Sepanjang tahun 2023, 60% produk TRIS diekspor, dengan pasar utama seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru sebagai tujuan terbesar penjualan ekspor mereka," sambung manajemen TRIS.

Menurut siaran resmi perseroan, lebih dari 60% penjualan TRIS berasal dari segmen manufaktur yang memanfaatkan kain dan garmen berkualitas tinggi.

"Ke depannya, kami optimis akan pertumbuhan, didukung oleh perluasan fasilitas produksi dan dedikasi kami yang tak tergoyahkan untuk menghadirkan produk-produk inovatif dan terbaik yang disesuaikan dengan segmen pelanggan yang niche,” jelas Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan. (ZH)