Danantara minta TLKM pangkas anak usaha dari 60 jadi 22 perusahaan
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana melakukan konsolidasi anak usaha dengan fokus pada tiga lini bisnis utama.
Hal ini sejalan dengan permintaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk merampingkan struktur TLKM dengan memangkas 60 anak perusahaan TLKM menjadi hanya 22.
Dengan penyederhanaan struktur tersebut, TLKM diharapkan lebih "lincah" di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi. TLKM sendiri menargetkan proses perampingan tuntas paling lambat akhir 2027.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo Syailendra, menjelaskan saat ini 60 anak usaha TLKM terdiri dari 49 perusahaan dengan status pengendali langsung, dan sisanya dengan status non-pengendali.
Angelo menjabarkan bahwa terdapat 6 perusahaan yang dimiliki TLKM secara mayoritas, namun bukan sebagai pengendali, dan 5 perusahaan dengan kepemilikan minoritas, juga non-pengendali.
“Contohnya, ternyata kami punya saham 6% di Pefindo Biro Kredit, dan ada lima perusahaan lain yang statusnya serupa,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/8).
Sejalan dengan hal ini, Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini, yang baru dilantik, menyatakan tengah mengevaluasi seluruh anak dan cucu perusahaan untuk mengukur kontribusi terhadap kinerja perseroan.
Perusahaan yang tidak memberi nilai tambah akan ditutup atau digabung, termasuk kemungkinan merger dengan anak usaha BUMN lain.
“Untuk perampingan ini, Pak Seno (Direktur Strategic Portfolio Telkom) akan memimpin review agar Telkom bisa lebih ramping, lincah, dan menguntungkan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (2/7).
Saat ini, TLKM memiliki 12 anak usaha yang dimiliki langsung, antara lain,
- PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma)
- PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat)
- PT Telekomunikasi Indonesia Internasional
- PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (TelkomInfra)
- PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra)
- PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
- PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
- PT Telkom Akses
- PT Graha Sarana Duta (Telkom Property)
(DK/ZH)