LOS ANGELES — Mobil hybrid kini menjadi pilihan utama konsumen di California setelah penjualannya melampaui mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) pada paruh pertama 2026. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat mencabut insentif pajak untuk pembelian kendaraan listrik tahun lalu.

Dikutip dari CarBuzz, hilangnya insentif pajak senilai US$7.500 membuat harga mobil listrik menjadi lebih mahal bagi konsumen. Kondisi tersebut turut menurunkan penjualan sejumlah model BEV hingga beberapa di antaranya ditarik dari pasar Amerika Serikat.

Model yang dihentikan pemasarannya antara lain Ford F-150 Lightning, Hyundai Ioniq 6, Nissan Ariya, Volvo EX30, Volkswagen ID.4, dan Honda Prologue.

Di tengah penurunan penjualan mobil listrik, konsumen mulai beralih ke kendaraan hybrid, terutama hybrid konvensional yang tidak memerlukan pengisian daya melalui kabel (non-plug-in hybrid).

California yang selama ini menjadi pasar mobil listrik terbesar di Amerika Serikat kini mencatat perubahan tren.

Data California New Car Dealer Association menunjukkan bahwa kendaraan hybrid menyumbang 22% dari total registrasi mobil baru atau sekitar 191.000 unit pada semester I 2026. Sementara itu, pangsa mobil listrik hanya mencapai 16% atau sekitar 137.430 unit.

Registrasi kendaraan tanpa emisi (zero-emission vehicle) di California juga turun 25% hingga Juni 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, asosiasi dealer mencatat penurunan penjualan mobil listrik mulai mereda. Setelah pangsa pasar BEV anjlok dari 24,9% saat insentif pajak masih berlaku menjadi 13,8% pada kuartal I 2026, angkanya kembali naik menjadi 17,8% pada kuartal II.

Popularitas hybrid dinilai tidak lepas dari tingginya harga bahan bakar di California yang rata-rata mencapai US$5,65 per galon.

Sementara konsumsi bahan bakar rata-rata mobil di Amerika Serikat sekitar 25 mil per galon (mpg), sejumlah model hybrid mampu mencatat efisiensi di atas 47 mpg.

Model tersebut antara lain Toyota Prius, Camry Hybrid, Corolla Hybrid, Hyundai Elantra Hybrid, Hyundai Sonata Hybrid, Kia Niro Hybrid, dan Honda Civic Hybrid.

Berbeda dengan mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV), California tidak memberikan insentif khusus bagi pembelian hybrid konvensional.

PHEV menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi apabila rutin melakukan pengisian daya di rumah. Dalam kondisi baterai penuh, banyak model PHEV mampu menempuh jarak sekitar 35 mil hanya dengan tenaga listrik tanpa mengonsumsi bensin.

Tesla Bertahan

Meski pasar mobil listrik melemah, Tesla Model Y masih menjadi kendaraan terlaris di California.

Sepanjang semester I 2026, Model Y mencatat 54.327 registrasi, jauh di atas Toyota Camry Hybrid yang berada di posisi kedua dengan 33.523 unit.

CarBuzz menilai pemulihan penjualan mobil listrik dalam jangka pendek masih akan menghadapi tantangan karena semakin banyak model BEV yang menghilang dari pasar.

Di sisi lain, produsen seperti Toyota, Honda, Hyundai, dan Kia terus memperkuat lini kendaraan hybrid. Sementara BMW, Porsche, dan Mercedes-Benz lebih fokus mengembangkan plug-in hybrid.

Produsen otomotif asal Detroit seperti General Motors, Ford, dan Stellantis juga tengah menyiapkan model hybrid baru.

Perubahan tren di California menunjukkan bahwa tingginya permintaan mobil listrik dalam beberapa tahun terakhir banyak ditopang oleh insentif pemerintah, bukan semata-mata karena preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik. (ARF)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google