ARNA - PT. Arwana Citramulia Tbk

Rp 680

-5 (-0,75%)

JAKARTA – Setelah berhasil membukukan pertumbuhan yang stabil dua tahun belakangan, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) kini bermain aman dengan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9.6% year-on-year (yoy) mencapai Rp 631,58 miliar pada akhir 2023. Kemudian, ARNA juga berencana membagikan 70% laba bersih tahun buku 2022 sebagai dividen pada investornya.

“Proyeksi kinerja ini dibuat pada kuartal keempat 2022. Terdapat penurunan penjualan pada periode tersebut karena lesunya pasar,” ungkap Rudy Sujanto, Chief Financial Officer Awana Citramulia, pada Public Expose ARNA hari ini (9/3).

Menurut Sujanto, ARNA menargetkan penjualan sebesar 70,1 juta meter persegi (m2) pada akhir tahun ini. Namun, ia mengaku perusahaan juga masih memiliki suplai 6,5 juta m2 keramik yang siap didistribusikan jika pasar kembali ramai pada semester kedua. “Oleh karena itu, jika kondisi pasar membaik, proyeksi penjualan akan turut naik mencapai 74-74,5 juta m2. Laba bersih kami juga naik, mendekati Rp 675 miliar atau meningkat 17% yoy,” tambahnya.

Selain itu, Sujanto memaparkan bahwa pada tahun 2022, volume penjualan ARNA sebenarnya turun 1.6% yoy. Pun pendapatannya, yang hanya meningkat tipis 1.2% yoy. Namun, pendapatan tahun 2022 tetap stabil berkat kenaikan harga jual rata-rata keramik sebesar 2.9% yoy, dari Rp 37.731/m2 menjadi Rp 38.831/m2 pada tahun 2022.

Perlu diketahui bahwa ARNA berhasil mencetak Rp 576.21 miliar laba bersih pada tahun 2022. Setelah membukukan kenaikan 22.4%, para pemegang saham pun setuju untuk membagikan dividen sebesar Rp 55 per saham pada akhir bulan Maret 2023. Jumlah ini setara dengan 70% dari total laba bersih yang dikumpulkan pada tahun 2022. (ZH)