BELI - PT. Global Digital Niaga Tbk

Rp 450

+2 (+0,44%)

JAKARTA. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), emiten milik Grup Djarum yang menaungi platform e-commerce Blibli hingga supermarket Ranch Market, membukukan kerugian sebesar Rp5,50 triliun pada tahun buku 2022.

Kerugian BELI pada 2022 65,16% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumya, di mana perseroan hanya mengalami kerugian sebesar Rp3,33 triliun pada 2021. Padahal, perseroan baru saja menggelar Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) saham pada November 2022 kemarin.

Berdasarkan laporan keuangan yang baru saja dirilis, kinerja top-line BELI sebetulnya tumbuh positif. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan pendapatan yang mencapai 72,42% pada 2022 menjadi sebesar Rp15,26 triliun, dari Rp8,85 triliun pada 2021.

Namun kenaikan pendapatan BELI pada 2022 dibuntuti dengan tingginya beban pokok yang mencapai Rp14,04 triliun, lebih tinggi 70% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,27 triliun. Selain itu beban penjualan perseroan juga naik menjadi Rp3,37 triliun pada 2022, dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,89 triliun.

Menurut data idnfinancials.com, BELI menghimpun dana segar sebesar Rp7,7 triliun dari IPO. Sebanyak Rp5,5 triliun dari dana IPO perseroan telah dihabiskan untuk membayar utang dan sisanya dialokasikan untuk modal kerja. Adapun saat ini sisa dana IPO perseroan tercatat sebesar Rp1,15 triliun. (KR)