GIAA - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Rp 50

-1 (-2,00%)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kantongi laba US$ 3,7 miliar pada 2022, melonjak 189,50% dari kinerja tahun 2021 yang mengantongi rugi US$ 4,17 miliar. Capaian itu berkat adanya pendapatan lainnya, terutama dari restrukturisasi pembayaran US$ 1,38 miliar dan pendapatan dari restrukturisasi utang US$ 2,85 miliar.

Dalam Laporan Keuangan Tahun 2022 yang dikutip Senin (3/4), Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyampaikan pendapatan usaha US$ 2,10 miliar, naik 57,18% dari pendapatan usaha sebesar US$ 1,33 miliar di tahun 2021.

Pendapatan usaha terdiri atas penerbangan berjadwal Rp 1,68 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 174,81 juta, dan lainnya US$ 235,29 juta. Penerbangan berjadwal terdiri atas penerbangan penumpang US$ 1,46 miliar dan kargo-dokumen US$ 227,86 juta. Penerbangan tidak berjadwal yakni, penerbangan haji US$ 92,48 juta dan Charter US$ 82,32 juta.

Beban usaha turun menjadi US$ 2,51 miliar, turun dari periode serupa tahun 2021 beban usaha US$ 2,60 miliar. Kenaikan pendapatan usaha lainnya menjadi US$ 4,35 miliar dari sebelumnya beban usaha lainnya sebesar US$ 3,26 miliar mendorong kenaikan beban pajak menjadi US$ 3,93 miliar dari rugi sebelum pajak pada 2021 sebesar US$ 4,53 miliar. (LK)